Proses Funding

Untuk jumlah Deposito mulai Rp 100 Juta keatas diberikan suku bunga sesuai LPS baik untuk jangka waktu 1,3,6 dan 12 bulan,sedangkan untuk jumlah deposito antara Rp 50 Juta  s/d dibawah Rp 100Juta suku bunganya 0,5% dibawah suku bunga penjaminan LPS dan untuk jumlah deposito dibawah Rp 50 juta maka suku bunganya 1% dibawah penjaminan LPS.

Penempatan dana dapat dilakukan dengan cara setor tunai langsung di kantor BPR ataupun dengan disetor atau transfer ke rekening PT BPR Olympindo Primadana di BCA cabang Pondok Gede .

Proses Kredit

Setiap pemohon kredit akan diajukan oleh Credit Marketing Offocer (CMO) untuk kredit konsumer (Kendaraan bermotor) dan Account Officer (AO) untuk kredit komersial, aplikasi kredit yang diajukan setelah CMO/AO melakukan survey kerumah dan tempat usaha serta objek jaminan (bila Rumah/Ruko/Kendaraan bermotor dan analisa pendahuluan.

Aplikasi kredit dan data-data akan di analis oleh kredit analis untuk di cek kelengkapan data apakah sudah sesuai persyaratan (absah dan valid) serta dilakukan wawancara melalui telepon kepada nasabah atas pengajuan kreditnya, bila hasil analisa baik maka aplikasi kredit akan mengajukan persetujuannya ke komite yang terdiri dari: Manager Marketing Kredit > Branch Manager > Direktur >  Direktur utama (plafond s/d .200 jt) > Komisaris (plafond diatas 200jt)

Alur proses kredit dan persetujuannya:

CMO/AO > Credit Analis > Manager Marketing Kredit > Branch Manager > Direktur > Direktur Utama   (plafond s/d Rp200 Juta ). > Komisaris (plafond diatas Rp200 Juta)

Prospek Usaha

Walaupun populasi jumlah BPR se Indonesia sangat banyak (+1,700) dimana 60%-70% berada di pulau Jawa dan Bali

Dan khususnya PT. BPR Olympindo Primadana yang berlokasi di Pondok Gede –Bekasi yang Jumlah BPR disekitar Pondok Gede ini ada 15 buah, tetapi prospek usaha BPR tetap baik dan dapat tumbuh terus sepanjang kondisi ekonomi berjalan stabil dan aman.

Dimana untuk lending suku bunga kredit yang ditawarkan kepada masyarakat dibandingkan  dengan dengan BPR lainnya yang berada di Pondok Gede  dan tangerang lebih rendah,dimana umumnya suku bunga BPR sekitar 24%  per tahun flat, tetapi BPR Olympindo Primadana memberikan suku bunga kredit yg ditawarkan berkisar antara 9,5% s/d 18% pertahun flat sehingga cukup dapat bersaing.

Prospek untuk penghimpunan Deposito juga masih baik dikarenakan BPR juga ikut penjaminan LPS dan suku bunga penjaminan di BPR lebih tinggi dari suku bunga deposito di Bank Umum sehingga masyarakat yg ingin menempatkan dananya bisa mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi.

Target Market

Target  pemberian kredit diarahkan untuk masyarakat golongan ekonomi menengah dan kecil sebagai karyawan swasta, Pegawai Negeri, Dosen atau wiraswasta yang berada di Jabodetabek.

Sebagian besar karyawan swasta banyak yang bekerja di pabrik-pabrik sebagai staff ataupun supervisor, Sedangkan Pegawi Negeri (PNS) yang banyak bekerja di Pemda dan sekolah-sekolah Negeri, dan untuk Wiraswasta  antara lain bergerak  dari usaha antar jemput karyawan, limbah barang bekas, warung sembako, industri rumahan seoerti bengkel, ayam potong, sayur dan daging, bahan bangunan, toko susu, pengusaha kontruksi, jasa konsultan dll.

Sedangkan untuk target dan segmen pendanaan (funding) berbeda dengan lending dikarenakan pada segmen ini tentunya adalah masyarakat yang memiliki uang lebih, sehingga sasaran ditujukan kepada masyarakat menengah keatas yang berada di Jabodetabek yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, wiraswasta, pengusaha dan karyawan dengan jabatan supervisor keatas.

Serta funding yang berupa pinjaman antar bank dan Bank Umum lainnya.

Pemegang Saham dan Pengurus

PEMEGANG SAHAM

Ang Andi Bintoro : 2,700 saham atau sebesar 67.5%
Linda Karnadi : 400 saham atau     sebesar 10%
Meilyana Bintoro : 300 saham atau     sebesar   7.5%
Jimmy Bintoro : 300 saham atau     sebesar   7.5%
Silviana Bintoro : 300 saham atau     sebesar   7.5%

 

PENGURUS

Komisaris Utama : Jimmy Bintoro
Komisaris : Bambang Daryono
Direktur Utama : Lany
Direktur : Sachius Hartanto

Strategi Operasional

Dalam pelaksanaan kegiatan operasional maka management telah menempatkan orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya . Secara garis besar kegiatan operasional di BPR Olympindo Primadana di bagi dalam 4 bidang,

  1. Marketing (Lending) bertugas mencari fasilitas kredit ke  berupa kredit Multiguna dan kredit modal kerja
  2. Funding bertugas mendapatkan fasilitas pendanaan , baik berupa  Tabungan ,Deposito maupun pinjaman dari bank lain.
  3. Operasional  bertugas menangani semua kegiatan operasional .
  4. Collection dan Remedial bertugas terhadap A/R yang ada , baik yang sifatnya penagihan harian maupun yang telah overdue.

Masing-masing bidang mempunyai Manager/Head yang bertanggung jawab atas pencapaian target .

Dan dalam pelaksanaannya masing-masing Manager/Head mempunyai staff yang ditempatkan sesuai unit kerja yang ada di bidang tersebut.

Setiap Manager/Head dan Pimpinan Cabang bertanggung jawab kepada Direksi (Kantor Pusat) dalam pelaksanaan dan pencapaian target kerja.

Sejarah Perusahaan

PT. BPR Olympindo Primadana Didirikan Sejak tahun 1990 yang bergerak dibidang perbankan, sebagai industri perbankan produk-produk yang dijual kepada masyarakat berupa pelayanan jasa keuangan seperti pemberian kredit dan penghimpunan dana dalam bentuk Tabungan dan Deposito. Sejak berdiri sampai dengan saat ini lokasi kantor berada di Jln Jatiwaringin Raya No.170 Pondok Gede, Bekasi (Kantor Pusat) dan sejak bulan Februari tahun 2009 membuka Kantor Cabang di Tangerang yang beralamat di Ruko Alam Sutera Niaga I No.67, Serpong, Tangerang.

Sebagai BPR maka pelayana jasa perbankan ditujukan kepada masyarakat golongan ekonomi menengah dan kecil (UKM) dimana melayani pemberian kredit untuk pembelian mobil second (bekas) baik untuk keperluan pribadi maupun usaha, sedangkan kredit komersial (Kredit Graha Power) Yaitu kredit multi guna untuk usaha baik modal kerja dan investasi serta untuk keperluan konsumtif seperti biaya sekolah, renovasi rumah diberikan dengan jaminan sertifikat rumah / ruko dan jaminan BPKB.

Sumber dana dalam pemberian kredit diperoleh dari produk Tabungan dan Deposito, dimana untuk Tabungan dengan nama Primanota yang suku bunganya dihitung berdasarkan saldo harian dan untuk Deposito berupa Deposito berjangka 1, 3, 6, dan 12 bulan dikarenakan suku bunga Deposito di BPR cukup menarik maka jumlah Dana Pihak Ketiga di BPR di dominasi oleh Deposito yang komposisinya mencapai 98%.

Selain itu sumber dana untuk pemberian kredit juga diperoleh dari pinjaman Bank lain